Alergi, itulah saya dengan vibe coding.
saya takut vibe coding membuat kemampuan problem solving dan debugging saya tumpul. Sebagai manusia biasa, saya takut terbuai dengan kemudahannya yang bisa membuat saya malas untuk terus belajar. Terlebih lagi dulu kemampuan AI untuk coding masih suka halu untuk menyelesaikan task yang kompleks. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, AI menjadi sangat handal untuk coding. Bahkan dengan adanya agentic AI yang pintar seperti model Opus 4.7 dari Claude membuat vibe coding jadi terasa cepat dan minim bug.
Rasa alergi saya dengan AI mulai runtuh ketika peraturan dari kantor mewajibkan untuk memanfaatkan agentic AI untuk mempercepat proses development dan debugging. Bukan apa-apa, dengan kecepatan itu perusahaan bisa menggaet client lebih banyak lagi dengan tim yang sama seperti sekarang. Mungkin juga bisa lebih ramping dengan me-layoff team member yang kurang perform.
Bahasa baru, gasss. framework baru, gass. Apapun harus bisa dikerjakan asal bisa cepat dan lancar. Ini membuat peluang untuk mendapatkan client dengan kebutuhan dan stack apapun bisa masuk dan menghasilkan cuann.
So, jangan alergi dengan AI, jangan alergi Vibe Coding.
